Tema: Perubahan kebudayaan
Subtema: Mengapa kebudayaan itu
berubah dan kebudayaan
Indonesia yang ideal di masa depan
Persatuan, "Idealisme" Perubahan
Suatu peradaban
manusia pada hakekatnya dibesarkan oleh sistem budaya yang dianut oleh
masyarakatnya. Tentu saja, sistem kebudayaan manusia satu dengan yang lain tidak
dapat disamaratakan. Pemikiran ini menganggap
suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan
masing-masing. Oleh karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Ada kebudayaan yang lebih bersifat liberal
dan permisif, tetapi ada juga kebudayaan yang cenderung bersifat terpaku dengan
dogma. Biasanya, kebudayaan yang bersifat liberal dan permisif lebih mudah untuk
berubah, sedangkan sistem kebudayaan yang terpaku dengan dogma cenderung
memiliki kemampuan berkembang cukup
lama. Lalu di luar itu semua, apakah kita punya gambaran atau acuan mengenai perubahan
yang menciptakan kebudayaan ideal? Khususnya, harapan kebudayaan ideal yang
seharusnya terjadi di Indonesia pada masa depan.
Budaya
atau kebudayaan, sebenarnya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak
dari buddhi (budi atau akal), sehingga
budaya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Budaya merupakan suatu cara hidup yang terus berkembang dan dimiliki
bersama-sama oleh sebuah kelompok orang serta diwariskan secara turun temurun. Budaya
tidak terbentuk secara sendirinya, banyak unsur rumit yang membentuk kebudayaan,
seperti sistem agama, nilai sosial, norma, keseluruhan struktur-struktur sosial, segala pernyataan intelektual, politik,
adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat. Unsur-unsur
budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan manusia, salah satunya dengan
menyesuaikan bahasa untuk berkomuniasi dengan masyarakat beda kebudayaan yang membuktikan
bahwa budaya itu dapat dipelajari.
Budaya merupakan suatu pola hidup
menyeluruh yang bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Di dalamnya terkandung
pengetahuan serta kemampuan-kemapuan lain yang didapat seseorang sebagai
anggota kebudayaan. Budaya membentuk gambaran yang bersifat memaksa, membekali
anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku serta hal-hal lainnya yang
seharusnya di dalam masyarakat melalui dasar yang sering dikaitkan dengan makna
dan nilai logis untuk dijadikan acuan anggota-anggotanya yang paling taat
sebagai syarat pengakuan keanggotaan suatu budaya tertentu serta untuk
keberlangsungan hubungan pertalian antar anggotanya. Secara tidak langsung,
budaya menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan
aktivitas manusia dan memungkinkannya untuk meramalkan perilaku manusia lain.
Kebudayaan akan memengaruhi tingkat
pengetahuan seseorang, meliputi sistem ide atau gagasan manusia dalam kehidupan
sehari-hari, sehingga dapat dikatakan bahwa kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah hal-hal yang diciptakan oleh manusia, berupa
perilaku (pola-pola perilaku, cara,
kebiasaan, tata kelakuan, dan adat istiadat) serta benda-benda yang
bersifat nyata, seperti bahasa, peralatan
hidup/perkakas, pakaian, bangunan,
karya seni, dan lain-lain. Kesemuanya itu merupakan hal-hal yang
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Kebudayaan bersifat dinamis, hal ini dapat dibuktikan
karena kebudayaan selalu mengalami perubahan seiring dengan berjalannya
waktu. Secara umum, ada dua jenis faktor yang menyebabkan terjadinya
perubahan kebudayaan, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal
merupakan faktor yang muncul dari dalam kelompok masyarakat itu sendiri,
seperti sistem pendidikan formal yang maju, adanya ketidakpuasan terhadap
kebudayaan yang ada—sehingga muncul gagasan untuk menciptakan unsur kebudayaan
baru, berkembangnya sikap menghargai hasil karya orang lain, adanya orientasi
ke masa depan, adanya keinginan untuk terus memperbaiki kualitas hidup, adanya
inovasi, discovery, dan invention, hingga adanya konflik internal.
Sedangkan faktor eksternal adalah faktor pendorong terjadinya perubahan
kebudayaan yang muncul dari luar suatu kelompok masyarakat. Perubahan budaya
dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Faktor
eksternal sendiri tidak dapat lepas dari difusi kebudayaan—penyebaran unsur-unsur
kebudayaan yang bersamaan dengan terjadinya proses kontak sosial antara suatu
kebudayaan dengan kebudayaan lain—dan sistem sosial masyarakat yang
terbuka akan kebudayaan asing. Proses difusi ini akan mengakibatkan terjadinya
perubahan kebudayaan jika sistem sosial pada masyarakat tersebut bersifat
terbuka. Oleh sebab itu, kebudayaan yang terbuka, ditambah lagi dengan sifat
liberal dan permisif cenderung memudahkan suatu kebudayaan untuk berubah.
Salah satu bentuk perubahan kebudayaan
tersebut dapat berupa perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan sebuah
gejala berubahnya nilai, struktur sosial, dan pola budaya dalam suatu
masyarakat. Sepanjang adanya kehidupan dan interaksi, hal ini merupakan gejala
yang umum terjadi dalam setiap kelompok masyarakat. Perubahan tersebut terjadi
sesuai dengan salah satu sifat dasar manusia, yaitu kebosanan yang menyebabkannya selalu ingin mengadakan
perubahan. Perubahan ini dapat dilakukan oleh siapa saja, baik secara individu,
sekelompok orang, mayoritas masyarakat, hingga pada ruang lingkup yang lebih
luas yaitu negara, atau bahkan dunia.
Pertanyaannya adalah, apakah
Indonesia juga mengalami perubahan kebudayaan? Tentu saja iya, seiring
berjalannya waktu sudah banyak sejarah yang telah dialami oleh bangsa Indonesia
selama ini. Hal tersebut sedikit banyak telah memengaruhi dan memberikan
perubahan pada kebudayaan-kebudayaan lokal yang ada di Indonesia. Dari
dulu—waktu yang tidak diketahui pastinya—hingga saat ini pun, perubahan
kebudayaan di Indonesia masih terus berlangsung. Mulai dari pengaruh interaksi
kebudayaan yang terjadi sebelum masehi, sesudah masehi (zaman kerajaan-kerajaan
di Nusantara), pengaruh yang disebabkan oleh penjajahan nyata (zaman
kolonialisme Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, Perancis, dan imperialisme
Jepang), hingga penjajahan laten di zaman modern ini turut mengubah kebudayaan
Indonesia.
Hal yang cukup menjadi perhatian
masyarakat saat ini adalah mulai lunturnya budaya ketimuran bangsa Indonesia
akibat adanya pengaruh globalisasi dan modernisasi. Banyak budaya asing yang
masuk ke Indonesia tanpa melalu filter, akibatnya masyarakat Indonesia tidak
hanya menyerap kebudayaan yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia,
tetapi juga menyerap seluruh kebudayaan yang mampu merusak eksistensi adat
ketimuran. Tidak heran bahwa globalisasi dan modernisasi yang saat ini sedang
melanda Indonesia serta seluruh dunia memiliki andil dalam lunturnya adat
ketimuran bangsa Indonesia tersebut. Sebagai salah satu negara di dunia,
Indonesia bersama negara-negara lainnya tentu saja mempunyai hubungan saling
ketergantungan yang menyebabkan tingginya interaksi antar kebudayaan. Dari
sinilah, globalisasi melanda tidak hanya Indonesia, tetapi juga seluruh dunia bagaikan
efek domino.
Globalisasi mempengaruhi beberapa
kebudayaan di Indonesia, salah satunya adalah berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang telah
mengubah cara manusia dalam berkomunikasi. Pada zaman dahulu, komunikasi
dilakukan dengan cara yang sangat tradisional, yaitu melalui komunikasi
langsung. Mulailah cara berkomunikasi sedikit berkembang melalui surat-menyurat,
telegram, dan telagraf. Akan tetapi, saat ini berkomunikasi dapat dilakuan
dengan cara yang lebih praktis, yaitu melalui sms, telepon, e-mail, hingga jejaring
sosial. Hal-hal di atas telah membuktikan bahwa perkembangan teknologi dapat
menyebabkan perubahan kebudayaan di dalam masyarakat. Perkembangan dalam
teknologi informasi dan komunikasi ini memiliki dampak paling luas di antara
perkembangan teknologi-teknologi lainnya. Dari perkembangan teknologi ini,
muncullah pengaruh-pengaruh turunan seperti cara berpakaian sebagian masyarakat
yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan barat, berbagai gaya hidup/lifestyle, westernisasi
(kebarat-baratan yang menyebabkan ketertarikan kepada budaya lokal semakin menurun),
emansipasi wanita, masyarakat yang semakin kritis, hilangnya hal-hal yang
bersifat tradisional, pudarnya minat kepada hal-hal yang berbau tradisional,
tergerusnya kebudayaan asli Indonesia, hingga penggunaan bahasa daerah yang
semakin jarang.
Beberapa hal di atas, merupakan
perubahan sosial budaya yang sering kita jumpai di dalam kehidupan masyarakat
Indonesia saat ini. Perlu diingat bahwa perubahaan kebudayaan tersebut tidak
selamanya membawa dampak positif, tetapi ada juga yang membawa dampak negatif. Sesungguhnya,
semua ini kembali kepada masing-masing individu, apakah kita mampu menyaring
kebudayaan-kebudayaan yang masuk secara bebas itu, atau apakah kita ikut larut
ke dalam semua perubahan-perubahaan tersebut. Jika perubahan kebudayaan itu
baik bagi kita, selayaknya kita manfaatkan secara optimal. Akan tetapi, jika perubahan
kebudayaan tersebut memberikan dampak negatif bagi diri kita, hendaknya kita
mampu meminimalisir dampak tersebut atau bahkan menjauhinya.
Pernyataan-pernyataan
di atas semakin menguatkan pertanyaan apakah harapan budaya ideal itu sama
untuk setiap kelompok masyarakat? Ketika kita membicarakan mengenai kebudayaan
ideal yang kita harapkan pada masa depan itu seperti apa, jawabannya akan
relatif untuk setiap masyarakat atau bahkan individu. Kebudayaan ideal adalah
kebudayaan yang pantas, disetujui oleh masyarakat, dilestarikan, dan mempengaruhi
tingkat pengetahuan, serta meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam
pikiran manusia. Tidak ada satu pun kebudayaan yang saling terintegrasi secara
utuh dalam kaitannya dengan kebudayaan ideal, pasti akan terjadi perberbedaan
pada praktek-prakteknya.
Berhubung di Indonesia terdiri dari 1.340 suku bangsa yang memiliki jawaban berbeda-beda mengenai kebudayaan ideal, bukan berarti kebudayaan ideal yang diharapkan tersebut tidak dapat dicapai. Kebudayaan ideal di Indonesia lebih merujuk pada kebudayaan ideal keseluruhan bangsa Indonesia. Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman atau perbedaan kebudayaan tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Di dalam masyarakat multikultural, setiap orang ditekankan untuk saling menghargai dan menghormati setiap kebudayaan yang ada di masyarakat. Dalam konsep ini, terdapat kaitan yang erat atas pembentukan masyarakat yang berlandaskan Bhineka Tunggal Ika untuk mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Menurut pengamatan saya selama ini, perubahan kebudayaan itu tidak dapat secara penuh dihindari. Hal ini otomatis menyebabkan keanekaragaman tersebut akan semakin kompleks seiring dengan berjalannya waktu, sehingga menurut saya hal yang paling tepat dalam menyatakan harapan perubahan kebudayaan Indonesia yang ideal di masa depan adalah perubahan yang semakin membawa masyarakat Indonesia sadar akan keanekaragamannya, sadar akan ke-Bhineka Tunggal Ikaannya, serta sadar akan semakin pentingnya persatuan Indonesia. Namun, seperti yang bisa kita rasakan sekarang dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya rasa kesatuan di antara masyarakat Indonesia. Terakhir, saya berharap bahwa apapun perubahan kebudayaan yang sedang terjadi di Indonesia saat ini atau yang akan terjadi di masa depan, semoga perubahan-perubahan tersebut membawa dampak positif bagi kebudayaan kita, menambah keanekaragaman kebudayaan Indonesia, dan tentunya semakin mempersatukan bangsa Indonesia.
Berhubung di Indonesia terdiri dari 1.340 suku bangsa yang memiliki jawaban berbeda-beda mengenai kebudayaan ideal, bukan berarti kebudayaan ideal yang diharapkan tersebut tidak dapat dicapai. Kebudayaan ideal di Indonesia lebih merujuk pada kebudayaan ideal keseluruhan bangsa Indonesia. Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman atau perbedaan kebudayaan tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Di dalam masyarakat multikultural, setiap orang ditekankan untuk saling menghargai dan menghormati setiap kebudayaan yang ada di masyarakat. Dalam konsep ini, terdapat kaitan yang erat atas pembentukan masyarakat yang berlandaskan Bhineka Tunggal Ika untuk mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Menurut pengamatan saya selama ini, perubahan kebudayaan itu tidak dapat secara penuh dihindari. Hal ini otomatis menyebabkan keanekaragaman tersebut akan semakin kompleks seiring dengan berjalannya waktu, sehingga menurut saya hal yang paling tepat dalam menyatakan harapan perubahan kebudayaan Indonesia yang ideal di masa depan adalah perubahan yang semakin membawa masyarakat Indonesia sadar akan keanekaragamannya, sadar akan ke-Bhineka Tunggal Ikaannya, serta sadar akan semakin pentingnya persatuan Indonesia. Namun, seperti yang bisa kita rasakan sekarang dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya rasa kesatuan di antara masyarakat Indonesia. Terakhir, saya berharap bahwa apapun perubahan kebudayaan yang sedang terjadi di Indonesia saat ini atau yang akan terjadi di masa depan, semoga perubahan-perubahan tersebut membawa dampak positif bagi kebudayaan kita, menambah keanekaragaman kebudayaan Indonesia, dan tentunya semakin mempersatukan bangsa Indonesia.
Referensi
- Budaya (11 Maret 2015, 20:25). Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya. Diakses: 25 Maret 2015, 22:32.
- Norma (sosiologi) (17 September 2014, 13:19). Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Norma_%28sosiologi%29. Diakses: 26 Maret 2015, 00:27.
- Mengapa Kebudayaan Dikatakan Bersifat Dinamis? (23 Februari 2014, 11:58). Sumber: http://abc333.yu.tl/mengapa-kebudayaan-dikatakan-bersifat-di.xhtml. Diakses: 26 Maret 2015, 10:30.
- Multikulturalisme (11 Maret 2015, 22:55). Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme. Diakses: 27 Maret 2015, 12:45.
- Perubahan Sosial Budaya (11 Desember 2014, 20:02). Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial_budaya.Diakses: 25 Maret 2015, 23:56.
- Sebutkan 5 Negara yang Pernah Menjajah Indonesai dan Berapa Lama Serta pada Tahun Berapa (04 Oktober 2014). Sumber: http://brainly.co.id/tugas/288781. Diakses: 26 Maret 2015, 11:11.
- Sosioantropologi Pendidikan (Pendidikan dan Nilai-Nilai Budaya). Sumber: https://arasmunandar.wordpress.com/sosioantropologi-pendidikan-pendidikan-dan-nilai-nilai-budaya/. Diakses: 27 Maret 2015, 11:19.
- Suku Bangsa di Indonesia. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Suku bangsa_di_Indonesia. Diakses: 27 Maret 2015: 12:14.


